Kamis, 16 Juli 2020

tips atau cara jitu dalam memulai pembelajaran di era new normal


tips atau cara jitu dalam memulai pembelajaran di era new normal 


Menghadapi era new normal atau sesuatu yang tidak biasa dihadapi karena adanya pandemi COVID-19, dunia pendidikan menghadapi dilema sistem pembelajaran yang berangkat dari tradisional menjadi digital.
Kini digantikan dengan kegiatan pembelajaran melalui media elektronik (e-learning) baik secara singkron ataupun secara nir-sinkron. E-learning nir-sinkron dapat dilakukan secara dalam jaringan (daring) maupun secara luar jaringan (luring).
Pada pembelajaran daring, pendidik dan peserta didik pada waktu yang sama berada dalam aplikasi atau platform internet yang sama dan dapat berinteraksi satu sama lain layaknya pembelajaran konvensional yang dilakukan selama ini. Sedangkan pada pembelajaran luring, pendidik melakukan pengunggahan materi melalui web, mengirim lewat surat elektronik (e-mail) ataupun mengunggahnya melalui media sosial untuk kemudian dapat diunduh oleh peserta didik.
Dalam cara luring, peserta didik melakukan pembelajaran secara mandiri tanpa terikat waktu dan tempat. Di sisi lain, e-learning secara singkron hanya dapat terjadi secara daring. Meskipun pada kenyataannya, kegiatan belajar mengajar secara e-learning telah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi dari sejak lama, namun cara pembelajaran seperti ini adalah kesadaran (awareness) terhadap era Industrial Revolution 4.0, era yang membawa perubahan pada cara manusia dalam bekerja, berinteraksi dan bertransaksi.
Namun, apakah kualitas e-learning tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan yang diingini? Tentu saja akan sulit dijawab karena dalam hal ini melibatkan banyak faktor, memerlukan keterlibatan berbagai pihak, dan ada 6 faktor yang harus di siapkan

-harus meningkatkan keterampilan internet dan literasi komputer

-Menentukan kembali capaian pembelajaran

-guru/dosen harus menjamin kesiapan (readiness) materi kuliah dengan perspektif

-Tentukan durasi setiap unit pembelajaran

- Asesmen dalam bentuk kuis dan tugas mandiri harus siap

-Kampus/sekolah harus mempersiapkan infrastruktur dan bandwidth yang cukup




Membangun Cita-cita di tengah Pandemi


Membangun Impian & Cita-cita Menuju Masa Depan di dalam Dunia yang berbeda New Normal ).




Di saat Pandemi Covid 19 Melanda banyak aktivitas aktivitas yang terganggu contoh nya ialah bersekolah dari sebelum pandemi sekolah dilakukan dengan tatap muka , dan saat pandemi muncul sekolah sekolah hanya di lakukan pembelajaran jarak jauh , aktivitas keluar rumah pun juga menerapkan protokol kesehatan yang sangat wajib di pakai dan di bawa , sistem perekonomian hancur , dan lain sebagainya. Sungguh mengecewakan sekali bencana virus ini melanda dan banyak orang juga yang menginginkan Bencana Wabah Covid 19 ini cepat berlalu atau sudah di temukan obat yang mampu melawan virus ini.


 Impian dan Cita-citapun juga terganggu baik yang sudah terlaksanakan maupun masih di dalam angan , contohnya impian dan cita-cita saya yang ingin menjadi Ahli di bidang Teknologi saya sempat berfikir apakah mungkin di saat pandemi seperti ini yang tak terlihat ujungnya saya mampu melaksanakannya dan sesuai dengan Expetasi saya , namun saya pun tidak menyerah dan menyalahkan keadaan saya berusaha selalu Positiv thingkink agar bisa mengambil hikmahnya , namun bagaimana saya Beradaptasi ? itu adalah pertanyaan yang gampang di jawab , di saat pandemi seperti ini saya banyak menggunakan waktu libur sekolah untuk melakukan aktivitas-aktivitas Pembelajar agar lebih serius lagi mendalaminya dan meningkatkan Skill dan Kereativitas agar bisa maju walaupun ada pandemi di saat seperti ini. lalu saya juga banyak Belajar mengatur waktu agar supaya lebih evisien dan saya harap setelah pandemi ini berakhir saya bisa mewujudkannya.